Pertumbuhan penduduk
Pertumbuhan penduduk adalah perubahan populasi sewaktu-waktu, dan dapat dihitung sebagai
perubahan dalam jumlah individu dalam sebuah populasi menggunakan "per
waktu unit" untuk pengukuran. Sebutan pertumbuhan penduduk merujuk pada semua spesies, tapi
selalu mengarah pada manusia, dan sering digunakan secara informal untuk
sebutan demografi nilai
pertumbuhan penduduk, dan digunakan untuk merujuk pada pertumbuhan penduduk dunia.
Berikut adalah tabel
perkembangan penduduk dunia dari tahun 1830 – 2006
1.
Kematian (Mortalitas)
Ada beberapa tingkat
kematian. Akan tetapi di sini hanya dijelaskan 2 jenis tingkat :
A. Tingkat
Kematian Kasar (Crude Death Rate / CDR)
Banyaknya orang yang
meninggal pada suatu tahun per jumlah penduduk pertengahan tahun tersebut.
Secara dinyatakan tiap 1.000 orang
Angka kematian kasar terdiri atas tiga golongan, yaitu:
a) Golongan rendah, apabila jumlah mortalitasnya kurang dari 13.
b) Golongan sedang, apabila jumlah mortalitasnya antara 14 – 18.
c) Golongan tinggi, apabila jumlah mortalitasnya lebih dari 18.
Rumus :
CDR = D/Pm . K
Dimana
:D = Jumlah kematian
PM = jumlah penduduk
per pertengahan tahun
K = Konstanta = 1.000
Jadi jumlah penduduk
yang mewakili suatu tahun tertentu ialah jumlah penduduk pada bulan Juni.
Penduduk pertengahan tahun ini dapat dicari dengan rumus :
1. Pm = ½ (P1 +
P2)
2. Pm = P1 + (P2 –
P1)/2
3. Pm = P2 – (P2 –
P1)/2
Dimana:
Pm = jumlah penduduk pertengahan tahun
P1 = jumlah penduduk pada
awal tahun
P2 = jumlah penduduk pada
akhir tahun
Contoh :
Jika daerah X pada tanggal 31 Desember 1980 mempunyai penduduk
550 orang dan pada tanggal 31 Desember 1981 mempunyai penduduk 650 orang, maka
jumlah penduduk pada pertengahan tahun 1981 berjumlah : ½ (550 + 650) = 600
orang
Apabila pada tahun 1981 di daerah x ada 12 orang yang meninggal
dunia, maka : CDR = 12/600 . 1.000 = 20
Jadi pada tahun 1981 di daerah X tiap 1000 penduduk terdapat
kematian /jumlah yang meninggal 20 orang
B. Tingkat Kematian
Khusus (Age Specific Death Rate)
Menunjukkan banyaknya orang yang meninggal tiap 1.000 orang penduduk pada usia tertentu dalam
setahun. Biasanya angka ini sangat tinggi pada
kelompok usia lanjut, sedangkan pada kelompok usia
muda angka ini jauh lebih rendah.
Rumus :
ASDRi = Di/Pmi
. K
Dimana:
Di = Kematian penduduk
kelompok umur i
Pm = Jumlah penduduk pada
pertengahan tahun kelompok umur i
K =
Konstanta ( = 1.000)
2.
Kelahiran (Fetilitas)
Tingkat kelahiran dari suatu populasi adalah
jumlah kelahiran per 1.000 orang tiap tahun (source : http://id.wikipedia.org/wiki/Tingkat_kelahiran)
Ada dua istilah asing yang kedua-duanya diterjemahkan
sebagai kesuburan.
a. Facundity (kesuburan)
Lebih diartikan sebagain kemampuan biologis wanita untuk
mempunyai anak.
b. Fertility (fertilitas)
Jumlah kelahiran hidup
seorang wanita atau sekelompok wanita. Lahir hidup adalah kelahiran dengan
tanda-tanda kehidupan, misalnya : bernafas, bergerak, berteriak/menangis, ada
denyutan jantung, dan sebagainya.
Tingkat Kelahiran
Kasar (Crude Birth Rate/CBR) adalah jumlah kelahiran hidup pada suatu daerah
pada tahun tertentu tiap 1.000 penduduk pada pertengahan tahun tersebut.
Rumus
CBR = B/RM . K
Dimana:
B = Jumlah kelahiran hidup pada suatu dunia pada suatu tahun
tertentu
Pm = Jumlah penduduk pada pertengahan tahun
K = Konstanta (1/000)
Angka Kelahiran Umum
(General Fertility Rate/GFR) adalah angka yang menunjukan jumlah kelahiran per
1.000 wanita usia produktif. Untuk menghitung angka kelhiran ini diperlukan
jumlah penduduk wanita usia produktif/subur (15-49 tahun)
Rumus :
BGRF = B/Fm (15-49 tahun) . K
Dimana:
B = Jumlah kelahiran hidup pada suatu daerah pada
suatu tahun tertentu
Fm = Jumlah penduduk wanita pada pertengahan tahun.
K = Konstanta (= 1.000)
Di Indonesia jumlah
wanita dalam usia subur (15-49 tahun) sekitar 23.530 dan jumlah kelahiran
sekitar 2985, sehingga :
GFR = 2985/23530 . 1000 = 127
GFR untuk beberapa negara adalah :
Thailand 234,8
Brunai
234,4
Swedia
61,2
Jepang
62,2
3.
Migrasi
Migrasi merupakan
bagian dari mobilitas penduduk. Mobilitas penduduk adalah perpindahan penduduk
dari suatu daerah ke daerah lain. Mobilitas penduduk ada yang bersifat
nonpermanen (sementara) misalnya turisme baik nasional maupun internasional,
dan ada pula mobilitas penduduk permanen (menetap). Mobilitas penduduk permanen
disebut migrasi. Migrasi adalah perpindahan penduduk dari suatu tempat ke
tempat lain dengan melewati batas negara atau batas administrasi dengan tujuan
untuk menetap.
Jenis-jenis Migrasi
A.
Migrasi Internasional dibagi menjadi tiga , yaitu :
§ Imigrasi =>
Masuknya penduduk ke suatu negara
§ Emigrasi =>
Keluarnya penduduk ke negara lain
§ Remigrasi =>
Kembalinya penduduk ke negara
B.
Migrasi Nasional dibagi menjadi empat , yaitu :
·
Urbanisasi => Dari Desa ke Kota
·
Transmigrasi => Dari Pulau ke Pulau
·
Ruralisasi => Dari Kota ke Desa
·
Evakuasi => Dari tempat yang tidak aman ke tempat yang aman
Proses
Migrasi
Dengan adanya
wilayah yang memiliki suatu nilai lebih maka banyak orang/ penduduk pun yang akan pergi ke wilayah
itu dikarenakan di wilayah ia tinggal sudah
tidak ada lagi nilai lebihnya untuk berkelangsungan hidupnya
Proses migrasi
pun punya cara yaitu:
• Proses
migrasi ia menetap di suatu wilayah
• Proses
migrasi hanya sementara diwilayah itu sewaktu-waktu ia dapat kembali lagi ke wilayah tempat asalnya
• Hanya sekedar
berlibur diwilayah itu
Proses
keberangkatan migrasi bisa dilakukan dengan cara-cara tertentu misalkan kalau imigran hanya satu orang bisa
melakukannya dengan naik sepeda motor,
kalau imigran dengan banyak orang satu keluarga maka bisa melakukannya dengan naik kendaraan roda
empat atau juga naik kapal laut itulah
yang biasa dilakukan imigaran dalam melakukan migarasi di Negara Indonesia.
Tahun pun makin
lama makin berlaju dan proses imigrasi pun menjadi sangat lebih pesat dan perubahan yang terjadi dari
mulai tahun yang lalu higga tahu ini sangatlah
banyak, pada tahun ini tercatat banyak sekali imigran illegal/gelap yang tidak mendaftarkan dirinya pada
sensus penduduk pada kota asalnya balia semua
itu terjadi begitu saja tanpa adanya rasa kesadaran maka makin lama akan terjadi kepadatan penduduk akan
teradi dan susah menanganinya dikarenakan
susahnya mendata para imigran.
Akibat
Migrasi
A. Dampak Positif
Imigrasi
1. Bertambahnya jumlah tenaga ahli yang berasal
dari para imigrasi asing,terutama Negara maju yang bekerja di Indonesia.
2. Masuknya modal asing
sehingga dapat mempercepat proses pembangunan karena para imigran tersebut
menanamkan modalnya di berbagai bidang seperti industri, pertambangan,
perkebunan, dan sebagainya.
3. Tercapainya alih
teknologi dari tenaga asing kepada tenaga kerja Indonesia yang diharapkan dapat
berjalan dengan baik.
4. Bertambahnya rasa
solidaritas antarbangsa. Adanya orang-orang asing yang tinggal di Indonesia,
akan memudahkan kita untuk bergaul dan mengenal mereka secara langsung sehingga
timbul suatu rasa kebersamaan dengan mereka.
5. Berkurangnya jumlah,
pertambahan, dan tingkat kepadatan penduduk di Negara asal para imigran.
B. Dampak Negatif
Imigrasi
1. Masuknya budaya asing yang tidak sesuai dengan
budaya bangsa , bila daya tangkal didalam negeri lemah, dapat merusak budaya
kita. Contohnya , pergaulan bebas yang merupakan budaya barat , telah banyak
dicontoh oleh masyarakat kita , kususnya generasi muda . Pada hal budaya
tersebut tidak sesuai dengan budaya bangsa Indonesia . Untuk mengatasi dampak
negatif seperti ini , kita harus memperkuat budaya bangsa agar tidak
terpengaruh budaya luar .
2. Masuknya para imigran
yang bertujuan tidak baiseperti pengedar narkoba , bertujuan politik , memata ?
matai , dan sebagainya . Untuk mengatasi hal tersebut, diperlukan ketahanan
nasional yang tinggi .
3. Munculnya kecemburuan
social antara tenagqa kerja asimg dengan tenaga kerja dalam negeri . Untuk itu
kita harus mampu meningkatkan kemampuan dan keterampilan bangsa kita sehingga
mampu bersaing dengan tenaga asing .
4. Meningkatnya jumlah,
pertambahan, dan tingkat kepadatan penduduk di Negara tujuan pra imigran.
3 Jenis Struktur
Penduduk
1.
Piramida Penduduk Muda
Menggambarkan
komposisi penduduk dalam pertumbuhan dan sedang berkembang.
Bentuk Piramida
Penduduk Muda
2.
Piramida Stationer
Menggambarkan keadaan
penduduk yang tetap (statis). Sebab tingkat kematianrendah dan tingkat
kelahiran tidak begitu tinggi.
Bentuk Puramida
Station
Pria Wanita
3.
Piramida Penduduk Tua
Menggambarkan adanya
penurunan tingkat kelahiran yang sangat pesat dan tingkat kematian kecil sekali
Bentuk Piramida
Penduduk Tua
Pria Wanita
Rasio Ketergantungan
(Dependency of ratio)
Adalah angka yang menunjukkan perbandingan jumlah penduduk
golongan umur yang belum produktif dan sudah tidak produktif kerja lagi dengan
jumlah penduduk golongan umur produksi kerja. Bisa dinyakatak dalam persan (%)
Pertumbuhan dan
Perkembangan Kebudayaan di Indonesia
A.
Zaman Batu Tua
Alat-alat batu pada
zaman batu tua, baik bentuk atau pun permukaan peralatan masih kasar, misalnya
kapak genggam .Kapak genggam semacam itu kita kenal dari wilayah Eropa, Afrika,
Asia Tengah, sampai Punsjab(India), tapi kapak genggam semacam ini tidak kita
temukan di daerah Asia Tenggara. Berdasarkan penelitian para ahli prehistori,
bangsa-bangsa Proto-Austronesia pembawa kebudayaan Neolithikum berupa kapak batu
besar atau pun kecil bersegi-segi berasal dari Cina Selatan, menyebar kearah
selatan, ke hilir sungai-sungai besar sampai kesemenanjung Malaka Lalu menyebar
ke Sumatera, Jawa. Kalimantan Barat, Nusa Tenggara, sampaike Flores, dan
Sulawesi, danberlanjutke Filipina.
Kapak-kapak
tersebut diasah sampai mengkilap dan di ikat pada tangkai kayu dengan menggunakan rotan.Sebagai tambahan
seiring persebaran kapak batu tersebut
tersebar pula Bahasa Proto-Austronesia yang merupakan induk dari bahasa dari bangsa-bangsa di sekitar
Samudera Indonesia dan Samudera Pasifik.Karena
perkembangan nya muncul bahasa melayu yang nantinya di negara Indonesia berkembang menjadi bahasa Indonesia
B.
Zaman Batu Muda
o Ciri – ciri zaman batu
muda :
o Mulai menetap dan
membuat rumah,
o Membentuk kelompok
masyarakat desa,
o Bertani,
o Berternak untuk
memenuhi kebutuhan hidup.
Manusia pada
zaman batu muda telah mengenal dan memiliki kepandaian untuk mencairkan/melebur logam dari biji
besi dan menuangkan kedalamcetakan dan mendinginkannya.
Oleh karena itu
lah mereka mampu membuat senjata untuk mempertahankan diri dan untuk berburu serta membuat alat-alat
lain yang mereka perlukan
Bangsa-bangsa
Proto-austronesia yang masukdari Semenanjung Indo-China ke Indonesia itu membawa kebudayaan Dongson,
dan menyebar di Indonesia.Materi
dari kebudayaan Dongson berupa senjata- senjata
tajam dan kapak berbentuksepatu yang
terbuatdari bahan perunggu
Hal yang patut
dicatat tentang permulaan zaman logam ini adalah kenyataan yang jelas bahwa Indonesia sebelum memasuki
zaman Hindu telah mengenal kebudayaan
yang tinggi derajatnya dan penting bagi perkembangan kebudayaan Indonesia selanjutnya
Kebudayaan Hindu,
Budha, dan Islam
A.
Kebudayaan Hindu, Budha
Pada abad ke-3
dan ke-4 agama hindu mulai masuk ke Indonesia di Pulau Jawa. Perpaduan atau akulturasi antara
kebudayaan setempat dengan kebudayaan. Sekitar
abad ke 5 ajaran Budha masuk ke indonesia, khususnya ke Pulau Jawa. Agama Budha dapat dikatakan berpandangan
lebih maju dibandingkan Hinduisme,sebab
budhisme tidak menghendaki adanya kasta-kasta dalam masyarakat. Walaupun demikian, kedua agama itu di Indonesia,
khususnya di Pulau Jawa tumbuh
dan berdampingan secara damai. Baik penganut hinduisme maupun budhisme masng-masing menghasilkan karya- karya
budaya yang bernilai tinggi
dalam seni bangunan, arsitektur, seni pahat, seni ukir, maupun seni sastra, seperti tercermin dalam bangunan,
relief yang diabadikan dalam candi-candi
di Jawa Tengah maupun di Jawa Timur diantaranya yaitu Borobudur, Mendut, Prambanan, Kalasan, Badut, Kidal,
Jago, Singosari, dll.
B.
Kebudayaan Islam
Abad ke 15 da
16 agama islam telah dikembangkan di Indonesia, oleh para pemuka-pemuka islam yang disebut
Walisongo. Titik penyebaran agama Islam pada
abad itu terletak di Pulau Jawa. Sebenarnya agama Islam masuk ke Indonesia, khususnya di Pulau Jawa
sebelum abad ke 11 sudah ada wanita islam
yang meninggal dan dimakamkan di Kota Gresik. Masuknya agama Islam ke Indonesia berlangsung secara damai. Hal ini
di karena masuknya Islam ke Indonesia
tidak secara paksa.
Abad ke 15
ketika kejayaan maritim Majapahit mulai surut , berkembanglah negara-negara pantai yang dapat
merongrong kekuasaan dan kewibawaan majapahit
yang berpusat pemerintahan di pedalaman. Negara- negara yang dimaksud adalah Negara malaka di Semenanjung
Malaka,Negara Aceh di ujung Sumatera,
Negara Banten di Jawa Barat, Negara Demak di Pesisir Utara Jawa Tengah, Negara Goa di Sulawesi Selatan .
Dalam proses perkembangan negara-negara
tersebut yang dikendalikan oleh pedagang. Pedagang kaya dan golongan bangsawan kota- kota pelabuhan,
nampaknya telah terpengaruh dan menganut
agama Islam. Daerah-daerah yang belum tepengaruh oleh kebudayaan Hindu, agama Islam mempunyai pengaruh yang mendalam
dalam kehidupan penduduk. Di
daerah yang bersangkutan. Misalnya Aceh, Banten, Sulawesi Selatan, Sumatera Timur, Sumatera Barat, dan Pesisr Kalimantan.
Kebudayaan Barat
Unsur kebudayaan barat juga memberi warna terhadap corak lain
dari kebudayaan dan kepribadian bangsa Indonesia adalah kebudayaan Barat.
Masuknya budaya Barat ke Negara Republik Indonesia ketika kaum kolonialis atau
penjajah masuk ke Indonesia, terutama bangsa Belanda. Penguasaan dan kekuasaan
perusahaan dagang Belanda (VOC) dan berlanjut dengan pemerintahan kolonialis
Belanda, di kota-kota propinsi, kabupaten muncul bangunan-bangunan dengan
bergaya arsitektur Barat. Dalam waktu yang sama, dikota-kota pusat pemarintahan,
terutama di Jawa, Sulawesi Utara, dan Maluku berkembang dua lapisan sosial ;
Lapisan sosial yang terdiri dari kaum buruh, dan kaum pegawai.
Sehubungan dengan itu penjelasan UUD’45 memberikan rumusan
tentang kebudayaan memberikan rumusan tentang kebudayaaan bangsa Indonesia
adalah: kebudayaan yang timbul sebagai buah usaha budi rakyat Indonesia
seluruhnya, termasuk kebudayaan lama dan asli yang ada sebagai puncak
kebudayaan di daerah-daerah di seluruh Indonesia. Dalam penjelasan UUD’45 ditujukan
ke arah mana kebudayaan itu diarahkan, yaitu menuju kearah kemajuan budaya dan
persatuan, dengan tidak menolak bahan baru kebudayaan asing yang dapat
mengembangkan kebudayaan bangsa sendiri serta mempertinggi derajat kemanusiaan
bangsa Indonesia.
Sumber:
Sumber:





No comments:
Post a Comment