Powered By Blogger

Thursday, October 23, 2014

Penduduk, Masyarakat, dan Kebudayaan

Pertumbuhan penduduk
Pertumbuhan penduduk adalah perubahan populasi sewaktu-waktu, dan dapat dihitung sebagai perubahan dalam jumlah individu dalam sebuah populasi menggunakan "per waktu unit" untuk pengukuran. Sebutan pertumbuhan penduduk merujuk pada semua spesies, tapi selalu mengarah pada manusia, dan sering digunakan secara informal untuk sebutan demografi nilai pertumbuhan penduduk, dan digunakan untuk merujuk pada pertumbuhan penduduk dunia.

Berikut adalah tabel perkembangan penduduk dunia dari tahun 1830 – 2006


Penggandaan penduduk (double population) jangka waktunya makin singkat. Bertambah cepatnya penggandaan penduduk tersebut dapat dilihat pada tabel berikut :
Image
Waktu penggandaan penduduk dunia selanjutnya diperkirakan 35 tahun. Pertambahan penduduk di suatu negara pada dasarnya dipengaruhi oleh faktor-faktor Demografi :
1.     Kematian (Mortalitas)
Ada beberapa tingkat kematian. Akan tetapi di sini hanya dijelaskan 2 jenis tingkat :
A.        Tingkat  Kematian Kasar (Crude Death Rate / CDR)
Banyaknya orang yang meninggal pada suatu tahun per jumlah penduduk pertengahan tahun tersebut. Secara dinyatakan tiap 1.000 orang
Angka kematian kasar terdiri atas tiga golongan, yaitu:
a) Golongan rendah, apabila jumlah mortalitasnya kurang dari 13.
b) Golongan sedang, apabila jumlah mortalitasnya antara 14 – 18.
c) Golongan tinggi, apabila jumlah mortalitasnya lebih dari 18.
Rumus : 
CDR = D/Pm . K
Dimana
:D = Jumlah kematian
P = jumlah penduduk per pertengahan tahun
K   = Konstanta = 1.000
Jadi jumlah penduduk yang mewakili suatu tahun tertentu ialah jumlah penduduk pada bulan Juni.
Penduduk pertengahan tahun ini dapat dicari dengan rumus :
1. Pm = ½ (P1 + P2)
2. Pm = P1 + (P2 – P1)/2
3. Pm = P2 – (P2 – P1)/2
Dimana:
Pm = jumlah penduduk pertengahan tahun
P1 = jumlah penduduk pada awal tahun
P= jumlah penduduk pada akhir tahun
Contoh :
Jika daerah X pada tanggal 31 Desember 1980 mempunyai penduduk 550 orang dan pada tanggal 31 Desember 1981 mempunyai penduduk 650 orang, maka jumlah penduduk pada pertengahan tahun 1981 berjumlah : ½ (550 + 650) = 600 orang
Apabila pada tahun 1981 di daerah x ada 12 orang yang meninggal dunia, maka : CDR = 12/600 . 1.000 = 20
Jadi pada tahun 1981 di daerah X tiap 1000 penduduk terdapat kematian /jumlah yang meninggal 20 orang

B.        Tingkat Kematian Khusus (Age Specific Death Rate)
Menunjukkan banyaknya orang yang meninggal tiap 1.000 orang penduduk pada usia tertentu dalam setahun. Biasanya angka ini sangat tinggi pada kelompok usia lanjut, sedangkan pada kelompok usia muda angka ini jauh lebih rendah.
Rumus :
ASDRi = Di/Pmi . K
Dimana:
 D = Kematian penduduk kelompok umur i
Pm = Jumlah penduduk pada pertengahan tahun kelompok umur i
K   = Konstanta ( = 1.000)
2.    Kelahiran (Fetilitas)
Tingkat kelahiran dari suatu populasi adalah jumlah kelahiran per 1.000 orang tiap tahun (source : http://id.wikipedia.org/wiki/Tingkat_kelahiran)
Ada dua istilah asing yang kedua-duanya  diterjemahkan sebagai kesuburan.
a.     Facundity (kesuburan)
Lebih diartikan sebagain kemampuan biologis wanita untuk mempunyai anak.
b.    Fertility (fertilitas)
Jumlah kelahiran hidup seorang wanita atau sekelompok wanita. Lahir hidup adalah kelahiran dengan tanda-tanda kehidupan, misalnya : bernafas, bergerak, berteriak/menangis, ada denyutan jantung, dan sebagainya.
Tingkat Kelahiran Kasar (Crude Birth Rate/CBR) adalah jumlah kelahiran hidup pada suatu daerah pada tahun tertentu tiap 1.000 penduduk pada pertengahan tahun tersebut.
Rumus
CBR = B/RM . K
Dimana:
B = Jumlah kelahiran hidup pada suatu dunia pada suatu tahun tertentu
Pm = Jumlah penduduk pada pertengahan tahun
K = Konstanta (1/000)
Angka Kelahiran Umum (General Fertility Rate/GFR) adalah angka yang menunjukan jumlah kelahiran per 1.000 wanita usia produktif. Untuk menghitung angka kelhiran ini diperlukan jumlah penduduk wanita usia produktif/subur (15-49 tahun)
Rumus :
BGRF =  B/Fm (15-49 tahun) . K
Dimana:
B   = Jumlah kelahiran hidup pada suatu daerah pada suatu tahun tertentu
Fm = Jumlah penduduk wanita pada pertengahan tahun.
K    = Konstanta (= 1.000)
Di Indonesia jumlah wanita dalam usia subur (15-49 tahun) sekitar 23.530 dan jumlah kelahiran sekitar 2985, sehingga :
GFR = 2985/23530 . 1000 = 127
GFR untuk beberapa negara adalah :
Thailand         234,8
Brunai             234,4
Swedia                61,2
Jepang                62,2
3.    Migrasi
Migrasi merupakan bagian dari mobilitas penduduk. Mobilitas penduduk adalah perpindahan penduduk dari suatu daerah ke daerah lain. Mobilitas penduduk ada yang bersifat nonpermanen (sementara) misalnya turisme baik nasional maupun internasional, dan ada pula mobilitas penduduk permanen (menetap). Mobilitas penduduk permanen disebut migrasi. Migrasi adalah perpindahan penduduk dari suatu tempat ke tempat lain dengan melewati batas negara atau batas administrasi dengan tujuan untuk menetap.
Jenis-jenis Migrasi
A.           Migrasi Internasional dibagi menjadi tiga , yaitu :
§  Imigrasi => Masuknya penduduk ke suatu negara
§  Emigrasi => Keluarnya penduduk ke negara lain
§  Remigrasi => Kembalinya penduduk ke negara
B.           Migrasi Nasional dibagi menjadi empat , yaitu :
·         Urbanisasi => Dari Desa ke Kota
·         Transmigrasi => Dari Pulau ke Pulau
·         Ruralisasi => Dari Kota ke Desa
·         Evakuasi => Dari tempat yang tidak aman ke tempat yang aman
            Proses Migrasi
            Dengan adanya wilayah yang memiliki suatu nilai lebih maka banyak orang/       penduduk pun yang akan pergi ke wilayah itu dikarenakan di wilayah ia tinggal     sudah tidak ada lagi nilai lebihnya untuk berkelangsungan hidupnya
            Proses migrasi pun punya cara yaitu:
            • Proses migrasi ia menetap di suatu wilayah
            • Proses migrasi hanya sementara diwilayah itu sewaktu-waktu ia dapat kembali             lagi ke wilayah tempat asalnya
            • Hanya sekedar berlibur diwilayah itu
            Proses keberangkatan migrasi bisa dilakukan dengan cara-cara tertentu   misalkan kalau imigran hanya satu orang bisa melakukannya dengan naik    sepeda motor, kalau imigran dengan banyak orang satu keluarga maka bisa     melakukannya dengan naik kendaraan roda empat atau juga naik kapal laut       itulah yang biasa dilakukan imigaran dalam melakukan migarasi di Negara          Indonesia.
            Tahun pun makin lama makin berlaju dan proses imigrasi pun menjadi sangat    lebih pesat dan perubahan yang terjadi dari mulai tahun yang lalu higga tahu ini    sangatlah banyak, pada tahun ini tercatat banyak sekali imigran illegal/gelap        yang tidak mendaftarkan dirinya pada sensus penduduk pada kota asalnya balia      semua itu terjadi begitu saja tanpa adanya rasa kesadaran maka makin lama             akan terjadi kepadatan penduduk akan teradi dan susah menanganinya dikarenakan susahnya mendata para imigran.
            Akibat Migrasi
A.   Dampak Positif Imigrasi
1.     Bertambahnya jumlah tenaga ahli yang berasal dari para imigrasi asing,terutama Negara maju yang bekerja di Indonesia.
2.    Masuknya modal asing sehingga dapat mempercepat proses pembangunan karena para imigran tersebut menanamkan modalnya di berbagai bidang seperti industri, pertambangan, perkebunan, dan sebagainya.
3.    Tercapainya alih teknologi dari tenaga asing kepada tenaga kerja Indonesia yang diharapkan dapat berjalan dengan baik.
4.    Bertambahnya rasa solidaritas antarbangsa. Adanya orang-orang asing yang tinggal di Indonesia, akan memudahkan kita untuk bergaul dan mengenal mereka secara langsung sehingga timbul suatu rasa kebersamaan dengan mereka.
5.    Berkurangnya jumlah, pertambahan, dan tingkat kepadatan penduduk di Negara asal para imigran.
B.   Dampak Negatif Imigrasi
1.     Masuknya budaya asing yang tidak sesuai dengan budaya bangsa , bila daya tangkal didalam negeri lemah, dapat merusak budaya kita. Contohnya , pergaulan bebas yang merupakan budaya barat , telah banyak dicontoh oleh masyarakat kita , kususnya generasi muda . Pada hal budaya tersebut tidak sesuai dengan budaya bangsa Indonesia . Untuk mengatasi dampak negatif seperti ini , kita harus memperkuat budaya bangsa agar tidak terpengaruh budaya luar .
2.    Masuknya para imigran yang bertujuan tidak baiseperti pengedar narkoba , bertujuan politik , memata ? matai , dan sebagainya . Untuk mengatasi hal tersebut, diperlukan ketahanan nasional yang tinggi .
3.    Munculnya kecemburuan social antara tenagqa kerja asimg dengan tenaga kerja dalam negeri . Untuk itu kita harus mampu meningkatkan kemampuan dan keterampilan bangsa kita sehingga mampu bersaing dengan tenaga asing .
4.    Meningkatnya jumlah, pertambahan, dan tingkat kepadatan penduduk di Negara tujuan pra imigran.
3 Jenis Struktur Penduduk
1.    Piramida Penduduk Muda
Menggambarkan komposisi penduduk dalam pertumbuhan dan sedang berkembang.
Bentuk Piramida Penduduk Muda
                                       Pria                                               Wanita
           
2.    Piramida Stationer
Menggambarkan keadaan penduduk yang tetap (statis). Sebab tingkat kematianrendah dan tingkat kelahiran tidak begitu tinggi.
Bentuk Puramida Station
                                         Pria                                                 Wanita


3.    Piramida Penduduk Tua
Menggambarkan adanya penurunan tingkat kelahiran yang sangat pesat dan tingkat kematian kecil sekali
Bentuk Piramida Penduduk Tua
                                             Pria                                                 Wanita


Rasio Ketergantungan (Dependency of ratio)
Adalah angka yang menunjukkan perbandingan jumlah penduduk golongan umur yang belum produktif dan sudah tidak produktif kerja lagi dengan jumlah penduduk golongan umur produksi kerja. Bisa dinyakatak dalam persan (%)
Pertumbuhan dan Perkembangan Kebudayaan di Indonesia
A.   Zaman Batu Tua
Alat-alat batu pada zaman batu tua, baik bentuk atau pun permukaan peralatan masih kasar, misalnya kapak genggam .Kapak genggam semacam itu kita kenal dari wilayah Eropa, Afrika, Asia Tengah, sampai Punsjab(India), tapi kapak genggam semacam ini tidak kita temukan di daerah Asia Tenggara. Berdasarkan penelitian para ahli prehistori, bangsa-bangsa Proto-Austronesia pembawa kebudayaan Neolithikum berupa kapak batu besar atau pun kecil bersegi-segi berasal dari Cina Selatan, menyebar kearah selatan, ke hilir sungai-sungai besar sampai kesemenanjung Malaka Lalu menyebar ke Sumatera, Jawa. Kalimantan Barat, Nusa Tenggara, sampaike Flores, dan Sulawesi, danberlanjutke Filipina.
            Kapak-kapak tersebut diasah sampai mengkilap dan di ikat pada tangkai kayu     dengan menggunakan rotan.Sebagai tambahan seiring persebaran kapak batu     tersebut tersebar pula Bahasa Proto-Austronesia yang merupakan induk dari             bahasa dari bangsa-bangsa di sekitar Samudera Indonesia dan Samudera Pasifik.Karena perkembangan nya muncul bahasa melayu yang nantinya di             negara Indonesia berkembang menjadi bahasa Indonesia

B.   Zaman Batu Muda
o   Ciri – ciri zaman batu muda :
o   Mulai menetap dan membuat rumah,
o   Membentuk kelompok masyarakat desa,
o   Bertani,
o   Berternak untuk memenuhi kebutuhan hidup.
            Manusia pada zaman batu muda telah mengenal dan memiliki kepandaian untuk             mencairkan/melebur logam dari biji besi dan menuangkan kedalamcetakan dan             mendinginkannya.
            Oleh karena itu lah mereka mampu membuat senjata untuk mempertahankan diri          dan untuk berburu serta membuat alat-alat lain yang mereka perlukan
            Bangsa-bangsa Proto-austronesia yang masukdari Semenanjung Indo-China ke           Indonesia itu membawa kebudayaan Dongson, dan menyebar di           Indonesia.Materi dari kebudayaan Dongson berupa senjata-        senjata tajam dan     kapak berbentuksepatu yang terbuatdari bahan perunggu
            Hal yang patut dicatat tentang permulaan zaman logam ini adalah kenyataan      yang jelas bahwa Indonesia sebelum memasuki zaman Hindu telah mengenal          kebudayaan yang tinggi derajatnya dan penting bagi perkembangan kebudayaan      Indonesia selanjutnya
Kebudayaan Hindu, Budha, dan Islam
A.   Kebudayaan Hindu, Budha
            Pada abad ke-3 dan ke-4 agama hindu mulai masuk ke Indonesia di Pulau Jawa.             Perpaduan atau akulturasi antara kebudayaan setempat dengan kebudayaan.   Sekitar abad ke 5 ajaran Budha masuk ke indonesia, khususnya ke Pulau Jawa.       Agama Budha dapat dikatakan berpandangan lebih maju dibandingkan            Hinduisme,sebab budhisme tidak menghendaki adanya kasta-kasta dalam    masyarakat. Walaupun demikian, kedua agama itu di Indonesia, khususnya di             Pulau Jawa tumbuh dan berdampingan secara damai. Baik penganut hinduisme           maupun budhisme masng-masing menghasilkan karya- karya budaya yang            bernilai tinggi dalam seni bangunan, arsitektur, seni pahat, seni ukir, maupun   seni sastra, seperti tercermin dalam bangunan, relief yang diabadikan dalam        candi-candi di Jawa Tengah maupun di Jawa Timur diantaranya yaitu Borobudur,    Mendut, Prambanan, Kalasan, Badut, Kidal, Jago, Singosari, dll.
B.   Kebudayaan Islam
            Abad ke 15 da 16 agama islam telah dikembangkan di Indonesia, oleh para         pemuka-pemuka islam yang disebut Walisongo. Titik penyebaran agama Islam          pada abad itu terletak di Pulau Jawa. Sebenarnya agama Islam masuk ke        Indonesia, khususnya di Pulau Jawa sebelum abad ke 11 sudah ada wanita    islam yang meninggal dan dimakamkan di Kota Gresik. Masuknya agama Islam ke Indonesia berlangsung secara damai. Hal ini di karena masuknya Islam ke          Indonesia tidak secara paksa.
            Abad ke 15 ketika kejayaan maritim Majapahit mulai surut , berkembanglah          negara-negara pantai yang dapat merongrong kekuasaan dan kewibawaan            majapahit yang berpusat pemerintahan di pedalaman. Negara- negara yang     dimaksud adalah Negara malaka di Semenanjung Malaka,Negara Aceh di ujung       Sumatera, Negara Banten di Jawa Barat, Negara Demak di Pesisir Utara Jawa    Tengah, Negara Goa di Sulawesi Selatan . Dalam proses perkembangan             negara-negara tersebut yang dikendalikan oleh pedagang. Pedagang kaya dan   golongan bangsawan kota- kota pelabuhan, nampaknya telah terpengaruh dan   menganut agama Islam. Daerah-daerah yang belum tepengaruh oleh      kebudayaan Hindu, agama Islam mempunyai pengaruh yang mendalam dalam             kehidupan penduduk. Di daerah yang bersangkutan. Misalnya Aceh, Banten,    Sulawesi Selatan, Sumatera Timur, Sumatera Barat, dan Pesisr Kalimantan.
Kebudayaan Barat
Unsur kebudayaan barat juga memberi warna terhadap corak lain dari kebudayaan dan kepribadian bangsa Indonesia adalah kebudayaan Barat. Masuknya budaya Barat ke Negara Republik Indonesia ketika kaum kolonialis atau penjajah masuk ke Indonesia, terutama bangsa Belanda. Penguasaan dan kekuasaan perusahaan dagang Belanda (VOC) dan berlanjut dengan pemerintahan kolonialis Belanda, di kota-kota propinsi, kabupaten muncul bangunan-bangunan dengan bergaya arsitektur Barat. Dalam waktu yang sama, dikota-kota pusat pemarintahan, terutama di Jawa, Sulawesi Utara, dan Maluku berkembang dua lapisan sosial ; Lapisan sosial yang terdiri dari kaum buruh, dan kaum pegawai.
Sehubungan dengan itu penjelasan UUD’45 memberikan rumusan tentang kebudayaan memberikan rumusan tentang kebudayaaan bangsa Indonesia adalah: kebudayaan yang timbul sebagai buah usaha budi rakyat Indonesia seluruhnya, termasuk kebudayaan lama dan asli yang ada sebagai puncak kebudayaan di daerah-daerah di seluruh Indonesia. Dalam penjelasan UUD’45 ditujukan ke arah mana kebudayaan itu diarahkan, yaitu menuju kearah kemajuan budaya dan persatuan, dengan tidak menolak bahan baru kebudayaan asing yang dapat mengembangkan kebudayaan bangsa sendiri serta mempertinggi derajat kemanusiaan bangsa Indonesia.

Sumber:



No comments:

Post a Comment