Internalisasi Belajar dan Spesialisasi
A. Pengertian Pemuda
Pemuda adalah generasi yang diharapkan terhadap bangsa
dan negaranya untuk meneruskan generasi sebelumnya. Tapi terkkadang pemuda
zaman sekarang tidak menyadari bahwa didiri mereka terbebani menjadi pengganti
generasi sebelumnya.
B. Pengertian Sosialisasi
Sosialisasi adalah suatu peroses yang mempelajari tentang
norma – norma masyarakat yang akan membentuk kepribadiannya dilingkungan
masyarakat, dan dapat berfungsi sebagai peranan di kelompok individu.
C. Pengertian Internalisasi Belajar dan Sosialisasi
Internalisasi lebih mengarah pada norma-norma individu
yang menginternalisasikan norma-norma tersebut. Belajar lebih mengarah pada
proses pembelajaran tingkah laku, yang sebelumnya tidak dimiliki sekarang telah
dimiliki akibat proses pembelajaran tersebut.
Dalam menjalankan kehidupan sehari-hari, kita pasti
selalu bersosialisasi terhadap individu lain dimanapun kita berada. Perbedaan
antar karakter menjadi identitas diri individu masing-masing. Perilaku setiap
individu pun berbeda-beda, karena dari itu membuat individu lain mengambil
suatu tindakan yang berbeda-beda. Tindakan-tindakan yang diambil oleh
masing-masing individu bisa dibagi menjadi dua yaitu tindakan positif dan
negatif. Tindakan positif akan diambil jika antar individu saling mengharagai
adanya norma-norma yang berlaku. Kalau tindakan negatif, akan diambil jika
antar individu tidak mengutamakan norma-norma yang ada, seperti saling egois,
berbeda pendapat, merasa derajatnya lebih tinggi dari individu lain, dan
sebagainya.
Setelah individu mengambil suatu tindakan entah itu
positif atau negatif, pastilah individu tersebut berfikir atas tindakannya
tersebut. Atas pemikirannya itu, akan membuat suatu pembelajaran dimana
individu akan lebih memahami apa itu hidup besosialisasi dan norma-norma yang
berlaku. Dari pembelajaran tersebut, suatu individu akan mendapatkan
spesialisasi atau kekhususan kemampuan dimana individu bisa menempatkan dirinya
di dalam hidup bermasyarakat.
Jadi, kesimpulan dari semuanya adalah, sebagai individu
haruslah menaati norma-norma kehidupan yang ada, entah itu norma agama, norma
kesusilaan, dan norma kesopanan. Apa yang dilakukan seorang individu pastilah
melalui proses pembelajaran dan memiliki kemampuan khusus setelah terbiasa
dengan pengambilan-pengambilan tindakan.
D. Proses Sosialisasi
Proses Sosialisasi ada 4 yaitu:
·
Tahapan Persiapan
> Tahapan ini ilakukan sejak manusia dilahirkan, pada saat anak – anak mulai
mempersiapkan dirinya untuk mengenal dunia sosialisasi dari lingkungan rumah,
media dan tempat – tempat yang disinggahinya dengan cara meniru walaupun tidak
sempurna.
·
Tahapan Meniru >
Di mana seorang anak yang mulai sempurna untuk meniru apa yang dilakukan orang
dewasa. Dia mulai mengetahui namanya, nama orang tuanya, dan apa yang dilakukan
oleh orang tuanya.
·
Tahapan Siap
Bertindak > Tahapan ini memulai seorang anak yang hanya meniru menjadi
seorang diri yang dia inginkan, menyadari adanya suatu norma yang ada dirumah
maupun dilingkungannya, dan mulai mendapatkan kompleks yang harus dihadapinya
didalam bersosialisasi.
·
Tahapan Norma
Kolektif > Tahapan ini sudah dianggap
dewasa karna didalam dirinya sudah tau sepenuhnya apa itu arti norma dalam
kehidupanyang sebenarnya, memiliki rasa peduli yang tinggi terhadap orang yang
iia kenal maupun orang yang ia tidak kenal dalam arti masyarakat luas.
E. Peranan Sosial Mahasiswa dan Pemuda di Masyarakat
Peranan Sosial Mahasiswa bisa dikatakan pemuda yang aktif
dan berintelektual yang akan berperan sebagai generasi yang diharapkan akan
meneruskan generasi sebelumnya, yang akan membangun negaranya menjadi lebih
baik (maju). Sedangkan Pemuda adalah sesorang Individu atau kelompok yang
berperan aktif didalam masyarakat dan bisa dikatakan Mahasiswa atau tidak,
karena belum semua pemuda yang berintelektual mampu secara ekonomi untuk
menjenjang pendidikan yang lebih tinggi, karna biaya pendidikan yang semakin
mahal. Bisa dikatakan Pemuda memiliki
Sosialisasi yang tinggi yang dapat berperan penting dilingkungan masyarakat
kuhususnya bersosialisai untuk menjadi penengah didalam lingkungan sekitar
maupun secara luas.
Pemuda dan Identitas
A. Pola Dasar Pembinaan dan Pengembangan Generasi Muda
Pola dasar pembinaan dan pembangunan generasi muda
ditetapkan oleh Menteri Pendidikan dan Kebudayaan dalam Keputusan Menteri
Pendidikan dan Kebudayaan nomor :
0323/U/1978 tanggal 28 Oktober 1978. Tujuannya agar semua pihak yang turut
serta dan berkempentingan dalam penangnanannya benar-benar menggunakannya
sebagai pedoman sehingga pelaksanaannya dapat terarah, menyeluruh dan terpadu
serta dapat mencapai sasaran dan tujuan yang dimaksud.
Pola dasar pembinaan dan
pengembangan generasi muda disusun berlandaskan:
1. Landasan Idiil : Pancasila
2. Landasan Konstitusional : UUD 1945
3. Landasan Strategi : Garis – Garis Haluan
Negara
4. Landasan Histories : Sumpah Pemuda dan
Proklamasi
5. Landasan Normatif : Tata nilai ditengah
masyarakat.
Motivasi asas pembinaan dan
pengembangan generasi muda pertumpu pada strategi pencapaian tujuan nasional,
seperti yang disebutkan dalam pembukaan UUD 1945 alinia IV.
B. Pengertian Pokok Pembinaan dan Pengembangan Generasi Muda
Pengertian pokok pembinaan dan pengembangan Generasi Muda
ada dua yaitu :
- Generasi Muda sebagai Subyek
Generasi Muda subyek adalah
mereka yang telah dibekali ilmu dan kemampuan serta landasan untuk dapat
mandiri dalam menyelesaikan masalah-masalah yang dihadapi bangsa, dalam rangka
kehidupan berbangsa bernegara serta pembangunan nasional.
- Generasi Muda sebagai Obyek
Generasi Muda Obyek adalah
mereka yang masih memerlukan bimbingan yang mengarah kan kepada pertumbuhan
potensi menuju ke tingkat yang maksimal dan belum dapat mandiri secara
fungsional di dalam kehidupan berbangsa dan bernegara serta pembangunan
nasional.
C. Masalah Masalah Generasi Muda
·
Terbatasnya lapangan
kerja yang tersedia. Dengan ini dapat terjadi pengangguran yang dapat menjadi
beban bagi keluarga maupun masyarakat sehingga dapat menimbulkan permasalahan
yang lainnya.
·
Banyaknya penyalahan
Obat Narkotika dan Zat Adiktif lainnya yang dapat merusak fisik dan mental bagi
bangsa.
·
Masih terdapat anak -
anak yang hidup menggelandang.
·
Pergaulan bebas yang
terjadi pada generasi muda yang menuju penyimpangan perilaku yang dapat merusak
nama keluarga.
·
Masuknya kebudayaan
negatif dari bangsa lain yang dapat merusak kebudayaan bangsa dan merusak
perilaku/mental generasi muda.
·
Terjadinya pernikahan
dibawah umur yang terjadi didaerah yang memiliki ilmu dan berpendidikan kurang.
D. Potensi Potensi Generasi Muda
Potensi-potensi yang terdapat pada generasi muda yang
perlu dikembangkan adalah sebagai berikut :
·
Idealisme dan Daya Kritis. Secara sosiologis generasi muda belum mapan dalam
tatanan yang ada, sehingga ia dapat melihat kekurangan dalam tatanan dan secara
wajar mampu mencari gagasan baru. yang
·
Dinamika dan Kreativitas. Adanya idealisme pada generasi muda, menyebabkan mereka
memiliki potensi kedinamisan dan kreativitas, yakni kemampaun dan kesediaan
untuk mengadakan perubahan, pembaharuan,
·
Keberanian Mengambil Resiko. Perubahan dan pembaharuan termasuk pembangunan,
mengandung resiko dapat meleset, terhambat atau gagal. Namun, mengambil resiko itu
diperlukan jika ingin memperoleh kemajuan.
·
Optimis dan Kegairahan Semangat. Kegagalan tidak menyebabkan generasi muda patah
semangat. Optimisme dan kegairahan semangat yang dimiliki generasi muda
merupakan daya pendorong untuk mencoba lebih maju lagi.
·
Sikap Kemandirian dan Disiplin. Murni Generasi muda memiliki keinginan untuk selalu
mandiri dalam sikap dan tindakannya.
·
Terdidik Walaupun
dengan memperhitungkan faktor putus sekolah, secara menyeluruh baik dalam arti
kualitatif maupun dalam arti kuantitatif.
·
Keanekaragaman dalam Persatuan dan Kesatuan. Keanekaragaman generasi muda merupakan cermin dari
keanekaragaman masyarakat kita. Keanekaragaman tersebut dapat menjadi hambatan
jika dihayati secara sempit dan eksklusif.
·
Patriotisme dan Nasionalisme. Pemupukan rasa kebanggaan, kecintaan, dan turut serta
memiliki bangsa dan negara dikalangan generasi muda perlu digalakkan karena
pada gilirannya akan mempertebal semangat pengabdian dan kesiapan mereka untuk
membela dan mempertahankan NKRI.
·
Kemampuan Penguasaan Ilmu dan Teknologi. Generasi muda dapat berperan secara berdaya guna dalam
rangka pengembangan ilmu dan teknologi bila secara fungsional dapat
dikembangkan sebagai Transformator dan Dinamisator.
E. Tujuan Pokok Sosialisasi
·
Memberikan
ketrampilan terhadap seseorang agar mampu mengimbangi hidup bermasyarakat.
·
Mengembangkan
kemampuan berkomunikasi secara efektif.
·
Membantu
mengendalikan fungsi – fungsi organic yang dipelajari melalui latihan – latihan
mawas diri yang tepat.
·
Membiasakan diri
dengan berprilaku sesuai dengan nilai – nilai dan kepercayaan pokok yang ada
dimasyarakat.
Perguruan dan Pendidikan
A. Mengembangkan Potensi Generasi Muda
Biasanya untuk mengembangkan potensi yang ada didalam
diri kita ,biasanya dimulai mengetahuinya dari generasi muda atau masa muda
,karena di masa ini kita lebih gampang menggali potensi kita ,tidak mudah untuk
mengetahui potensi yang ada di dalam diri kita ,dengan cara mencoba –mencoba
sampai akhirnya memndapatkan potensi yang ada didalam diri kita.
CONTOH : saya tidak terbiasa dengan bermain bola tetapi
setelah saya galih-galih ternyata saya lumayan berbakat di bidang bola tersebut
akhirnya daya mulai terbiasa bermain bola pada akhirnya saya bisa main bola
hingga sekarang.
B. Pengertian Pendidikan dan Perguruan Tinggi
Pendidikan adalah usaha sadar dan terencana untuk mewujudkan suasana
belajar dan proses pembelajaran agar peserta didik secara aktif mengembangkan
potensi dirinya untuk memiliki ilmu di bidang keinginannya masing – masing agar
bermanfaat bagi agama, keluarga, masyarakat, dan bangsa.
Sedangkan perguruan tinggi adalah satuan pendidikan
penyelenggara pendidikan tinggi disebut Mahasiswa sedangkan tenaga pendidikan
perguruan tinggi disebut dosen. disinilah seseorang dapat mengembangkan lebih
dalam lagi ilmu – ilmu yang telah didapat dari pendidikan sebelumnya
(SD,SMP,SMA), yang akan berpeluang besar menggantikan generasi sebelumnya, dan
dapat memajukan bangsa dan negaranya.
C. Alasan Untuk Berkesempatan Mengenyam Pendidikan Tinggi
Betapa pentingya pendidikan dan perguruan tinggi bagi
generasi muda,jika suatu bangsa ingin memiliki pemimpin yang berkualitas dalam
memimpin serta mengurus dan mensejaterahkan rakyat harus di landasi oleh 2 hal
tersebut.
CONTOH ; jika ingin menjadi presiden atau menteri ,kita
harus dituntut bisa menguasai beberapa hal atau bidang yang bersangkutan ,jika
kita tidak bisa menguasai suatu bidang ,maka kita tidak akan dipake atau ditunjuk
oleh masyarakat untuk menjadi presiden.
Jadi sangat penting pendidikan dan perguruan tinggi ini
adalah modal kita kelak untuk mencapai tujuan dan cita-cita kita.
Peranan Sosial Mahasiswa bisa dikatakan pemuda yang aktif
dan berintelektual yang akan berperan sebagai generasi yang diharapkan akan
meneruskan generasi sebelumnya, yang akan membangun negaranya menjadi lebih
baik (maju). Sedangkan Pemuda adalah sesorang Individu atau kelompok yang
berperan aktif didalam masyarakat dan bisa dikatakan Mahasiswa atau tidak,
karena belum semua pemuda yang berintelektual mampu secara ekonomi untuk
menjenjang pendidikan yang lebih tinggi, karna biaya pendidikan yang semakin
mahal. Bisa dikatakan Pemuda memiliki
Sosialisasi yang tinggi yang dapat berperan penting dilingkungan masyarakat
kuhususnya bersosialisai untuk menjadi penengah didalam lingkungan sekitar
maupun secara luas.
Mengapa semua individu khususnya diIndonesia wajib
mengenyam pendidikan selama 12 tahun? maka jika tidak, akan terjadi akibat
seperti Pengangguran Semakin Banyak, Generasi Muda tidak ada, perampokan,
pembunuhan dan lain sebagainya. (Menakutkan bukan) faktor: hanya karena pendidikan yang mahal. Syukurlah pemerintah
punya program sekolah gratis selama 9 tahun, “itu setahu saya karna saat SMA
saya masih bayar“. Jadi kesimpulannya mengapa individu harus mengenyam
pendidikan adalah karna setiap individu
harus sekolah Minimal selama 12 tahun agar disaat seseorang beranjak dewasa,
seseorang itu dapat bermanfaat sebagai pemuda yang aktif didalam lingkungan
masyarakat dan akan menjadi Generasi Penerus yang akan menjadi Pemimpin yang
baik mengerti rakyat dan memajukan bangsa ini ke arah yang lebih baik.
SUMBER: